Sekarang dan untuk sekarang ini.... Aku sadar dan mengerti. Oh ayah dirimu sungguh tangguh, sungguh luarbiasa semangatmu. Maafkan aku yang dulu sering protes dengan segala kehidupan ini. Aku telah menyadari dirimu yang sekarang tidak jauh beda dengan dirimu yang dulu. Kenapa????... Dulu waktu kau kecil kau kerahkan tenaga dan fikirkan untuk menjalani hidup yang fana ini dan sampai sekarang pun engkau masih sama seperti dulu, tak ada bahagia yang kau dapatkan. Setiap hari kau memikirkan tentang keluargamu di samping itu kau banting tulang untuk mencukupi keluargamu tanpa memperhatikan kondisimu. Kau sering mengatakan bahwa sakit yang setiap hari ayah rasakan sampai tak dapat dirasakan lagi, mendengar ucapan itu dulu aku tak pernah menghiraukan karena yang berada difikiranku hanya karena itu sudah kewajiban seorang ayah. Kini saat ku di bangku kuliah aku sungguh menyesal dengan apa yang pernah aku ucapkan dan aku fikirkan tentangmu Ayah.... Ayah maafkan anakmu yang durhaka ini Ayah...
Ayah Terimakasih engkau telah membuat aku berada di dunia ini dan merasakan kebahagiaan yang sangat luarbiasa. Ayah... Maafkan aku yang dulu sering menuntut apa yang aku mau . Ya Allah kuatkan dan istiqomah kan ayah hamba di dalam beribadah kepadamu. Ayah aku bangga jadi anakmu Ayah... Ayah terimakasih untuk segalanya yang tak terukur seberapa besar perjuanganmu untuk ku dan keluargamu.